Sunday, 1 May 2016

Menikmati Teh dari Poci Tanah Liat

Teh Poci. Sebagian besar masyarakat Indonesia pasti sudah pernah mendengarnya. Namun, belum tentu kita pernah mencicipinya. Apalagi menikmatinya. Bukan saja karena tidak tertarik namun juga karena cukup sulit untuk mendapatkannya. Apa sih sebenarnya Teh Poci itu?

Untuk masyarakat Jawa terutama di daerah Slawi, Tegal dan Brebes, Teh Poci sangat dikenal. Apalagi untuk penduduk di daerah Slawi. Teh sudah menyatu dengan budaya masyarakat Slawi. Bahkan saking cintanya masyarakat Slawi dengan teh, untuk souvenir pernikahan pun mereka memberikan teh yang sudah dibungkus kecil-kecil.

Jika menyebut Teh Poci, sebenarnya bisa berarti dua hal. Pertama, merupakan merek teh atau Poci sendiri berarti piranti khusus untuk minum teh yang terbuat dari tanah liat. Adapun untuk tata cara minum teh dari poci ini biasa disebut juga Moci.

Budaya moci sudah dikenal sejak lama, cara minumnya pun menarik. Moci biasa dilakukan pada saat berkumpul bersama-sama sebagai teman untuk ngobrol. Teh diseduh di dalam poci yang khusus digunakan untuk menyeduh teh. Kemudian teh dituang ke dalam cangkir. Teh yang keluar dari poci tanah tersebut memiliki aroma dan rasa yang khas karena bercampur dengan tanah dari poci. Berbeda dengan yang biasa kita lakukan, teh poci menggunakan gula batu sebagai pemanisnya.

Konon, untuk poci yang digunakan menyeduh teh, makin sering digunakan akan makin memberikan sensasi rasa enak pada teh. Itu disebabkan karena, aroma teh sudah melekat di  Poci tersebut, sehingga membuat aroma dan rasa yang lebih kuat.

Masyarakat Jawa sangat menyukai teh yang nasgitel yakni kependekan dari panas, legi (manis) dan kental. Jangan tanya nikmatnya menikmati Teh Poci. Aroma yang khas, rasa sepet dipadu dengan rasa manis dari gula batu sungguh membangkitkan selera. Sangat nikmat dan membuat ketagihan.

Dilihat dari sejarah, Indonesia adalah salah satu negara penghasil teh yang sudah menjadi penghasil teh sejak zaman penjajahan. Dulu masyarakat kita dipaksa untuk menanam teh oleh penjajah. Teh yang berkualitas nomor satu dibawa oleh para penjajah. Sedangkan kita sendiri hanya menikmati teh kualitas nomor dua. Namun, sekarang kita menjadi tuan di negara sendiri dan bisa menikmati teh terbaik dan berkualitas dari nusantara. Teh dan budaya Moci menjadi salah satu peninggalan budaya yang patut kita lestarikan.

Wednesday, 21 October 2015

Pesawat Mendarat Darurat gara-gara Penumpang Minta Berhubungan Seks dengan Pramugari





KOMPAS.com - Pesawat dari maskapai Sun Express, Irlandia, terpaksa mendarat darurat akibat seorang pria mabuk telanjang dan meminta pramugari untuk berhubungan seks. Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (17/10/2015) lalu.

AirLive.net melaporkan, awalnya, pria asal Irlandia naik pesawat dari Dublin, Irlandia, tujuan Izmir, Turki, bersama teman-temannya. Ketika pesawat terbang, tiba-tiba pria tersebut melepaskan semua pakaiannya dan memegang penisnya.

Pria yang tak disebutkan identitasnya itu kemudian meminta pramugari untuk berhubungan seks. Pria tersebut diduga dalam keadaan mabuk berat.

Akibat "gangguan" tersebut, pesawat terpaksa dialihkan ke Belgrade, Serbia, untuk menurunkan penumpang konyol tersebut. Namun belum diketahui pasti apakah penumpang tersebut meneruskan perjalanannya ke Izmir atau tidak.

Otoritas Irlandia mengajukan aturan untuk memberikan sanksi larangan terbang bagi penumpang yang kedapatan mabuk di pesawat. Hal itu diajukan setelah banyaknya gangguan di tengah perjalanan yang dilakukan oknum penumpang.

Tuesday, 22 September 2015

Asal Usul Bikini

Siapa yang tak kenal bikini? Padanan busana renang yang terdiri dari bra dan panties ini memiliki Model terbuka di bagian perut, lengan, dan paha, tak ayal sering  mengundang kontroversi di sejumlah negara berbasis kebudayaan Timur. 

Pasalnya, memang bikini jelas memperlihatkan bagian tubuh wanita secara terbuka dan samar-samar memamerkan bagian yang paling intim.

Nama bikini sebenarnya memiliki arti yang filosofis. Pada tahun 1946, seorang insiyur asal Paris, pada, Louis Reard, menciptakan sebuah busana renang yang dinamakan bikini. Reard terbilang berani mengambil risiko dengan terobosannya menciptakan busana renang yang sangat seksi. Sebab pada tahun 40-an, bikini dinilai terlalu terbuka untuk wanita pada zaman tersebut. Selain itu, wanita di era tersebut belum memiliki hak suara.

Reard menjelaskan bahwa nama bikini diambil dari sebuah pulau bernama Bikini Atoll yang terletak di utara Samudera Pasifik. Pulau ini sempat menjadi sorotan dunia. Sebab, mulai dari rentang tahun 1946 sampai 1958, terhitung ada 23 perangkat nuklir yang diledakkan Amerika Serikat, pada tujuh lokasi uji berbeda yang berada di Pulau Bikini Atoll. Kontroversi seputar pengujian senjata nuklir tersebut yang menarik perhatian Reard.

×Powered By LaSuperbaAkhirnya, dia pun memutuskan untuk memberi nama busana renang ciptaanya itu dengan nama 'Bikini'. Reard berharap bahwa bikini yang berukuran kecil dapat menginspirasi dunia, layaknya bom atom, kecil tapi mematikan. 

Nampaknya, harapan Reard itu benar terjadi. Terbukti dengan reaksi budaya serta penjualan komersil yang 'meledak' seperti ledakan nuklir.

Bikini kini tergolong sebagai busana yang paling laku dijual. Dalam satu tahun, penjualan bikini mencapai 8 juta dollar AS atau setara dengan 116 miliyar rupiah. Itupun hanya penjualan di Amerika Serikat saja. Harapan Rear kini sungguh terkabul.